Showing posts with label travel junkie. Show all posts
Showing posts with label travel junkie. Show all posts

Friday, June 14, 2013

singapore trip


theme park is also one of my happy places. 
gue suka main wahana yang seru-seru, roller-coaster atau apa gitu yang basah-basahan. ah apa aja deh yang memacu adrenalin. terus suka juga ngeliatin dekorasi theme-park nya yang biasanya sangat tematik, apalagi kalo ditambah karakter-karakter yang lalu lalang dan atraksi panggung lainnya. kewl. 

beruntungnya gue punya adik yang juga mencintai theme park dan semua permainan yang di dalamnya. jadinya pas februari kemaren gue, adik gue, ditambah seorang sepupu (yang mungkin gak senekat kita berdua) pegi ke singapore dengan dua tujuan mulia, yaitu mau ke Universal Studio Singapore sama nonton Songs of the Sea. berhubung escape kita kali ini sangat singkat karena mencuri waktu weekend dan dengan uang sendiri, jadi kita sebut saja bro-sis-(pahe)-trip. 

full tiga hari dua malam saja kita menjelajah negeri singa.  
karena kita gak ada yang doyan belanja dan sebelumnya uda beberapa kali kesana jadi kegiatannya cuma keliling museum, nyari mainan dan eksrim sedolar, makan, juga look around kesana kemari. hari kedua adalah hari favorit karena saatnya mengunjungi sentosa island buat USS dan Songs of the Sea. 

bangun pagi dengan semangat membara dan buru-buru ke sentosa island. sayangnya karena masih pagi MRT-nya rame, jadi kita pun mengambil rute yang agak muter supaya dapet MRT yang agak manusiawi isinya. males juga desek-desekkan. dan sampailah kita di vivo city. sampe di vivo city kita makan dulu, biar nanti laper gak jadi penghalang keseruan kita, terus langsung cus menuju sentosa express yang membawa kita ke sentosa island. 
hari menyenangkan pun dimulai! \m/

let's go

welcome to universal studio. 

happy faces.
tickets to 'heaven' in spore
madagascar
king julian loves me :p 

bagian favorit adik gue yang doyan banget robot-robotan

my favorite!

we're in the lost world.
dino ini namanya jessie. 


far-far-away.
sudut biru dan sudut merah
HOLLYWOOD!
liat ada yang mirip gak?
tickets to songs-of-the-sea


songs of the sea itu pertunjukan musikal di pinggir laut, pake laser dan diakhiri dengan fireworks. ceritanya? ah, it's better if you come and enjoy it sendiri, jangan diceritain disini. but, really, it was cool, buat yang suka pantai, laut dan isi di dalemnya, juga fireworks kayaknya harus nonton. gue pun terlalu fokus buat nonton jadi lupa buat foto-foto hahha. 
sister and brother with tired-but-happy faces


hari pun ditutup dengan fireworks yang megah dari songs of the sea. kaki uda pegel, badan udah cape banget, tapi hati senengnya bukan main. sempet nagkring bentar di vivo city buat beli sendal jepit, lalu dengan semangat yang tersisa, kita bertiga pun balik ke hotel yang lokasinya di bugis dengan MRT. sepanjang jalan pulang kita bertiga diem aja, entah karena cape atau kenapa. yang pasti di benak kita masing-masing punya kesan dan kenangan tersendiri tentang sentosa island. 


theme-park lover,

anje :) 



Wednesday, May 22, 2013

Desa Sade, desanya orang sasak


satu kisah dari pulau lombok yang eksotis adalah tentang desa sade, desa yang penghuninya adalah penduduk asli lombok, yaitu suku sasak. desa sade ini adalah salah satu tempat incaran yang harus-dan-mau-banget gue samperin di lombok. maklum, gue doyan banget sama hal yang berbau budaya, terutama dari indonesia yang terlalu kaya dengan budayanya. 

yaak, saatnya petualangan dimulai. 
begitu menjejakkan kaki di airport internasional lombok, gue pun langsung menuju desa sade ini. kebetulan jalan ke desa sade searah dan sejalan sama perjalanan gue ke hotel. ya, paslah, sekali mendayung dua pulau terlampaui. 

plang desa sade

di temani guide asli suku sasak bernama pak enaf (kata bapaknya, nama dia bukan berarti 'enough' yang kayak orang bule bilang yah.), gue pun mulai menyusuri desa yang sudah berumur 300 tahun ini. udah ada 15 generasi turun temurun yang tinggal di sana dan saat ini penduduknya ada sekitar 700 orang, ya kurang lebih ada 180 keluarga disana. penduduk desa sasak rata-rata masih menggunakan bahasa sasak, gak banyak yang udah ngerti bahasa indonesia. 

"nama saya enaf, tapi bukan enough yang kayak bule bilang yah!"
the guide beserta kain tenun jualan

begitu masuk, terasa banget kalo desa sasak ini masih tradisional banget. semua bangunan yang ada masih beratapkan alang-alang, tembok dan lantainya pun terbuat dari tanah liat yang dicampur sama kotoran kerbau. uniknya, mereka ngepel pun pake kotoran kerbau loh. eits tapi tenang aja, gak bau kok, karena kotoran kerbau yang dipake adalah yang fresh from the oven, alias baru keluar dari sumbernya. "kalo kotorannya udah lama atau berhari-hari jadinya bau," kata pak enaf. 
disini belum mengenal listrik juga. untuk penerangan di malam hari, mereka menggunakan lampu yang dibuat dari kulit kerang dan dinyalain pake minyak, namanya penyembeh. 

penyembeh

suku sasak mempunyai tiga tipe rumah adat yang berbeda-beda ukurannya. rumah adat yang paling kecil disebut balai kodong, cuma muat untuk dua orang dan punya satu ruangan saja. jadi segala aktivitas dilakuin di ruangan itu, biasanya sih yang tinggal disini adalah pasangan newly wed atau lansia yang sudah tinggal sendirian. rumah adat yang lebih besar  bebrbentuk segi empat disebut balai bontar dan rumah adat yang paling besar disebut balai kodong. rumah adat yang besar udah ada ruangan-ruangannya gitu, ada bagian atas dan bawahnya. serunya, ada satu balai kodong milik penduduk sana yang boleh dimasuki dan dilihat-lihat oleh pengujung desa sade. 

balai kodong
balai tani

untuk acara suku , desa sade mempunyai sebuah aula yang disebut balai berugak. kalau di kota ini semacam aulanya gitu deh, jadi kalau ada rapat desa, acara kawinan, atau apapun akan diadakannya disini. letaknya pas di depan pintumasuk desa sade. outdoor gitu. 

nah untuk aktivitas sehari-hari, penduduk desa sade rata-rata bertani, tapi hasil panen mereka gak untuk diperjual belikan  melainkan untuk dikonsumsi sendiri. mereka punya satu tempat yang disebut alang dan digunakan untuk menyimpan hasil panen mereka, katanya sih buat jaga-jaga kalo (amit-amitnya) mereka gagal panen jadi mereka masih ada persediaan makanan. alang  ini digunakan oleh semua penduduk desa sade, karena cuma ada satu. 

alang
selain bertani, mereka juga menenun loh. kainnya dibuat dari kapas, jadi dari kapas dijadiin benang terus ditenun deeh. kemarin itu gue diliatin caranya bikin kapas jadi benang. ada satu alat gitu, modelnya ampir mirip kayak roda buat mainan hamster, nah alat itu yang dipake buat bikin kapas jadi benang. nama alatnya arah. 

arah
pas gue disana, gue sempet khawatir dengan pendidikan anak-anak disana, terutama setelah mendengar ke-tradisional-an mereka. tapi kekhawatarin gue dijawab dengan pak enaf, karena generasi yang sekarang dari suku sasak sudah mengenyam pendidikan. di sekitar desa mereka ada sekolah dan disanalah anak-anak ini bersekolah. makanya sudah ada dari mereka yang mengenal bahasa indonesia, sebelumnya gak ada yang ngerti bahasa indonesia loh. asli banget sasaknya. :) 

ah menyenangkan sekali menjelajah desaa sade ini. 
cukup terpana dengan ke-tradisional-an yang mereka miliki, keren aja gitu. pasti masih ada desa lain di luar sana yang mirip-mirip begini. harus banget nih dicari tau dan dieksplor hehe. 
oya, kalo berkunjung ke desa sasak bisa juga beli oleh-oleh berupa kain tenun atopun gelang-gelangan gituu. kainnya yang mereka tenun itu, kalo gelang gatau deh titipan apa mereka buat sendiri. 


gelang jualan 

salam dari desa sade, 
anje. 


ps. maafkan foto-foto yang seadanya, karena saya gak jago moto. :p

Friday, May 17, 2013

a (new) good friend


holla. 
anje baru pulang saja melanglang buana lagi, ke lombok dan ke gili trawangan. hore. pantai lagi! 
walopun dua tempat ini udah pernah saya singgahi beberapa bulan yang lalu, tapi pastinya trip kali ini jauh berbeda dari yang sebelumnya. first, karena semua pake uang hasil keringet sendiri and second, tripnya diatur sendiri jadi tentu saja tidak lain dan tidak bukan, all of the places i went is beach!
say yeay to the beach! YEAY! 
(yeah, as you know, or lemme tell you again, i'm a big-big-big fan of beach. beach is home, for me.)

here, di post kali ini. i won't talk about lombok and gili, or the beach yang gue datengin. itu nanti dulu, di post berikutnya bakal ada tentang sedikit cerita dari tanah lombok dan gili yang eksotisnya melebihi gue. #eh #selftoyor

ada satu bagian yang gue suka dari trip kali ini. trip melanglang buana huru-hara gue membuat gue kenal orang baru, salah satunya adalah chris. chris ini yang nemenin gue seharian pas hari kedua gue di lombok, dia yang anterin ke setiap tempat yang gue mau, juga dia yang ngerekomin tempat makan seafood enak yang ada disana. 


di atas bukit tanjung aan 

chris ini bukan orang indonesia, sebenernya dia warga negara prancis yang uda menetap di lombok selama sepuluh tahun. kenapa dia milih buat tinggal di sana? karena menurut dia, lombok itu kota yang indah sekali, gak ada stress, banyak tempat bagus, dan iklimnya pun stabil. dia cerita kalau di prancis itu banyak orang stress, kerja cari uang, bayar pajak, udara dingin. so, he decided to move to lombok, one of paradise in indonesia. istrinya asli orang lombok dan mereka dikarunia satu anak laki yang katanya gagah melebihi bapaknya. 
hebatnya, bahasa indonesianya chris lancar banget, dia pun bisa bahasa sasak yang adalah bahasa asli penduduk lombok. gue ngobrol sama dia aja pake bhs indo bok, terus diajarin bahasa sasak sama dia. ironis ya, boook! *nunduk malu* 

aslinya, chris itu seorang paramotor. itu loh, orang yang suka moto sambil terbang pake parasut yang ada motornya. foto-foto chris udah dijadiin postcards dan dijual di lombok maupun gili. fyi, pas perpisahan, gue dikasi beberapa and it's totally cool. cadas abis. mau deh gue bisa terbang gitu. haha. 

chris yang diajak foto bareng

gue tau chris dari orang random yang gue temui di restoran gue, ngobrol ini-itu dan berujung kepada gue-butuh-mobil-buat-di-lombok terus dikenalin ke chris dan akhirnya jadilah dia guide gue buat di lombok. (iya, gue tau gue random abis.) ehtapi ternyata pergi sama chris gak berasa kayak pergi sama guide, sebaliknya, gue berasa kaya pegi sama temen yang udah lama banget ga ketemu, cerita ini-itu, haha-hihi, manjat-manjat ke bukit (ini sekalian nemenin dia foto-foto), berenang di tengah hari bolong, minum kelapa, makan seafood, ngebir bareng. seru abis, coy. walopun perjalanan super jauh dan jalan rusak, semua tiada berasa. dia caur banget. 

ah seru deh pokoknya. 
membuat pertemanan baru always feels good, apalagi temen dengan kultur yang berbeda, serunya dobel. iya gak sih? :) 
sayangnya, gue cuma sehari keliling lombok, karena besoknya harus nyebrang ke gili. saatnya perpisahan. masa yah gue ada rasa sedih gimana gitu kayak mau pisah sama temen karib gitu. 

kalo balik ke lombok, pasti banget nyari si chris ini lagi. masih banyak tempat yang harus di eksplor and i think it will be really fun when you can do it with your friend, rite? 


yang udah mulai iteman, 
anje. 



Thursday, March 28, 2013

kisah dari pantai double-six


sore itu, sesuai dengan rencana yang telah gue tentukan jauh hari sebelumnya, kita berjalan ke pantai double-six, legian. dan-entah-kenapa gak kayak biasanya, sore itu otak gue cuma mikir buat jalan santai di pinggir pantai dan gak mau nyebur, tapi anehnya gue tetep siap dengan baju buat nyebur. 

sampe di tepian pantai double six, dengan kalemnya sendal jepit langsung gue tenteng supaya para pasukan pasir bisa nyapa kaki gue, temu kangen karena sudah lama tak bersua. gue sempet diem bentar buat meratiin hamparan laut luas di depan gue, nyium aroma air laut yang udah nyampur sama matahari, dan dengerin suara ombak yang gak ada abisnya, sebelum gue mulai jalan lagi menuju ke air laut. 

lama-kelamaan, jalan santai gue berubah jadi langkah cepat, gegara gue udah gak sabar buat nyentuh air laut dan gue mulai senyum-senyum kesenengan sendiri karena gue suka-pake-banget bisa ada disana lagi. hahaha. pas nyentuh aer laut kayanya senyum gue mulai ngeganti jadi nyengir-nyengir kesenangan  (anyway, gue tau gue agak freak urusan yang satu ini :p), lalu gue mulai lupa kalo gue kesananya ga sendiri.  

gue sibuk sendiri. gue sibuk dengan air laut dan ombak. gue udah gak jalan di  pantai lagi, gue udah mulai masuk ke air laut. tambah lama tambah kesana. celana pendek gue mulai basah. gue mulai nyopot baju dan celana gue terus gue kasih ke si dia berikut dengan tas dan sendal jepitnya, sambil bilang, "cari tempat gih, gue mau nyebur yak." terus balik lagi masuk ke laut tanpa menunggu persetujuan. haha. gue lupa kalo tadinya gue cuma mau jalan-jalan di pinggir pantai aja. 

kembali gue sibuk sendiri, entah apa yang gue lakukan di dalem laut situ tapi gue seneng, dan tetep nyengir-nyengir sendiri. you know,  i have my own world when i'm there, cuma si poseidon yang bisa masuk dan ngerti. *tambah freak*
well, life is really better at the beach. 



untuk pantai dan seisinya, 
untuk poseidon dan kerajaannya, 
untuk kamu yang setia menemani,
peluk-dan-cium. 


Monday, December 10, 2012

arung jeram

taun kemaren, gw main arung jeram di daerah sukabumi, lupa nama sungainya apa. tapi yang gw inget, waktu itu arusnya lagi ga begitu deres karna lagi musim kemarau dan cuma bisa main yg 12 km (sekitar 3 jam).

perjalanan dr jakarta ke sukabumi macet, bikin kita telat sekitar 5 jam-an. harusnya main jam 9 pagi, jadinya baru mulai jam 2an gitu. cape di jalan, pegel, pantat kram. sampe sana, masih harus naik angkot buat ke sungainya. naik turun lewatin sawah, kebo, dan pohon.
begitu tiba di lokasi, sang instruktur sibuk ngurusin pake pengaman (bukan sabuk, tapi pelampung dan topi), katanya harus kenceng, ga bole kendor. terus dikasi dayungan juga, soalnya kalo ga ada dayungan ga mungkin kita kecipak-kecipuk pake tangan.

permainan di mulai.
terbagi dalam 5 kapal, kita mulai mengarungi sungai-yang-gw-lupa-namanya itu. selama arung jeram, kita bakal ngelewatin beberapa jeram. jeram-jeram ini punya namanya masing-masing, dan di perjalanan kita kali ini kita harus melewati 12 jeram. kita excited banget setiap ketemu jeram, soalnya kalo lewatin jeram kapal jadi lebih cepet terus ga perlu ngedayung, ya walopun bisa nyangkut juga sih karena di jeram ini banyak batu-batu gede. 
disaat gak ngelewatin jeram, kita harus ngedayung sendiri. beraat. tapi ada pemandunya sih yang selalu bantuin dan jagain kita kalo-kalo ada apaan gituh. 
arung jeram ini seru. dan entah kenapa begitu turun dari kapal gw berasa kalo arung jeram itu kurang lebih kaya hidup.
pertama, hidup itu seru karna adanya orang-orang di sekitar kita, sama halnya kaya main arung jeram rame-rame. krik krik juga kan kalo main arung jeram sendirian, ngedayung sendirian. ya hidup juga kaya gitu, we need other people, yang ada di sekitar kita supaya jalan hidup kita lebih warna-warni penuh canda tawa dan kadang juga ada duka.
 
kedua, arus dan jeram ngingetin gw sama permasalahan di hidup. keliatannya hidup itu ga akan seseru ini kalo ga ada masalah, ya ibaratnya kaya lo harus arung jeraman tanpa arus ato jeram, cuma sungai yang lurus dan adem ayem, bosen gak sih lo ngedayung 12 kilo? selain itu beeeeh berat juga bok. nah, dengan adanya arus, kapal bisa jalan lebih cepat, dayungan tetep diperluin dong walopun cuma buat nentuin arah atau if you want to make it faster. demikian pula dengan jeram, yang walopun bikin kapal terombang-ambing, tapi bisa bantu kapal buat lebih cepet lagi karena di jeram kita ga perlu ngedayung. buat gw, masalah itu semacam akses akselerasi buat kita, dengan masalah-masalah kita bisa lebih cepet naik ke 'level' hidup berikutnya, misalnya jadi lebih dewasa, lebih bijak, lebih pinter, atau lebih teliti, ya banyaklah ya lebih-lebih lainnya.

and the most 'wah' part of arung jeram adalah adanya si pemandu yang selalu ngejaga setiap penumpang kapalnya. kemaren itu gw jatoh dari kapal karena gw sibuk ngetawain temen gw yang mau jatoh, eh terus gw malah jatoh gara-gara hentakan batu gede pas mau masuk jeram. jadi gw jatoh pas di jeram, alhasil gw keseret arus di bagian sungai yang penuh batu-batu itu sepanjang berpuluh-puluh meter. kaki gw kesantuk batu, gw keminum air sungainya, sendal gw copot. beh lebam dimana-mana coooy, mantep deh. diujung jeram, gw langsung ditolongin sama tim pemandunya dari kapal yang berbeda. mereka dengan sigap ngangkat gue ke atas kapal, memastikan gw baik-baik aja apa gak, dan bahkan sendal gw yang copot (dan udah gw ikhlasin untuk ilang pun) mereka selamatkan.
terus gw inget sama sosok luar biasa di hidup gw. i have a big GOD, kalo pemandu aja bisa jaga gw segitunya, gimana Tuhan ya? Tuhan mungkin ga turun tangan langsung, kaya pemandu di kapal gw, tapi He can use anyone buat bantu dan jaga kita, ya contohnya si tim pemandu yang ada di kapal lain.  
i remember gimana si pemandu maksa kita buat pake pengaman dengan benar, dia pastiin semuanya bener pemakaiannya. and i think, Tuhan pun demikian. Dia pasti mastiin semuanya aman dan baik-baik aja  buat kita. Dia selalu jaga dan kasih arahan ini itu buat hidup kita, sayangnya kadang kita suka bandel ga mau dengerin. iya kan?


so, it was my experience who taught me a lot, and of course i'm looking forward buat another rafting yang lebih panjang
anje.